Gelombang Protes: Masyakarat Indonesia Menuntut Keadilan dan Perubahan

    Video Anggota DPR RI berjoget ria viral, sedang ramai diperbincangkan dan memicu polemik karena bertepatan dengan isu kenaikan tunjangan anggota DPR yang sedang hangat diperbincangkan. Terlebih joget para anggota dewan itu didasarkan pada rasa senang dan antusias mereka atas kado isitimewa dari pemerintah. Sejumah tunjangan naik, bahkan ada tunjangan baru berupa tunjangan perumahan senilai Rp 50 juta per bulan. Jika ditotal, pendapatan dari gaji dan tunjangan ini mencapai lebih dari Rp 100 juta per bulan.


    Banyak masyarakat menilai aksi joget itu tidak menunjukkan empati terhadap kondisi rakyat yang sedang sulit, mereka berjoget diatas penderitaan rakyat, tetapi justru anggota DPR mendapat keistimewaan dengan kenaikan pendapatan. 
Ribuan orang yang tergabung dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, mengaku sakit hati mengetahui besaran pendapatan anggota legislatif jauh lebih besar dari rata-rata pendapatan mereka sebagai pekerja. Kondisi itu sangat disayangkan karena anggota DPR tidak mementingkan kondisi rakyat nya.

    Dalam kerusuhan yang terjadi di tengah aksi demonstrasi besar di Jakarta, rumah artis Uya Kuya menjadi sasaran penjarahan oleh sekelompok orang tak dikenal. Insiden tersebut terjadi saat massa mulai bertindak anarkis, menyerang properti pribadi yang berada di sekitar lokasi unjuk rasa. Kediaman Uya Kuya, yang dikenal luas karena gaya hidup mewahnya, dilaporkan mengalami kerusakan parah dan kehilangan sejumlah barang berharga. Meski belum ada keterangan resmi dari Uya Kuya, pihak kepolisian telah turun tangan dan tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku penjarahan. 
     Kejadian ini memicu keprihatinan publik terhadap meningkatnya aksi kekerasan yang menodai semangat awal demonstrasi yang seharusnya berlangsung damai. Sejumlah barang hasil penjarahan sudah di kembalikan, pengembalian itu dilakukan baik melalui aparat kepolisian maupun perangkat RT RW setempat.


    Kejadian ini memicu keprihatinan publik terhadap meningkatnya aksi kekerasan yang menodai semangat awal demonstrasi yang seharusnya berlangsung damai. Kerusuhan meledak terjadi akibat seorang pengemudi ojek online tewas dilindas rantis Brimob, Kamis malam (28/08).


    Di beberapa daerah wilayah Indonesia, demonstrasi yang sudah terkonsentrasi diwarnai aksi pembakaran gedung parlemen dan fasilitas umum. Beberapa orang menjarah aset-aset yang ada di dalamnya.

    Massa juga menargetkan rumah-rumah pejabat. Mereka menjarah hampir seluruh perabotan, termasuk barang-barang pribadi seperti celana dalam. Aksi di beberapa daerah juga menelan korban jiwa. Di Makassar juga terdapat membakaran gedung DPR usai Rapat Parnipura dan mengakibatkan 3 orang meninggal dunia dan 5 orang luka-luka.

    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekspetasi Beracun